WWF Part 2

Minggu, 19 September 2010
Sepertinya jadwal posting blog gue yang tadinya setiap hari Sabtu mulai gak teratur. Hal ini disebabkan oleh kemalasan kesibukan gue setiap harinya (alibi). Gue minta maaf dan turut berduka cita bagi para pembaca setia blog gue yang nangis tersedu-sedu gara-gara gw belom posting hari Sabtu kemaren.

Anyway, cukup mengenai lebay dan jayusnya yang tak penting. Here comes! WWF Part 2! WWF part 2 gue rasa akan cukup singkat karena gw uda bingung apa yang mau gw tulis haha. Isinya kira-kira mengenai apa-apa aja yang gw lakukan di Singapore. Bagi yang ga mau baca lakukan langkah berikut ini :
1. Tekan tombol "Start" di sebelah kiri bawah layar komputer anda.
2. Kemudian, tekan tombol "Turn Off" your komputer
3. Jika tidak berhasil, pilih "Run" dan ketik "shutdown - f"

Dijamin anda tidak perlu membaca blog saya.

By the way, sebelum menulis isi WWF part 2, gw mau menulis mengenai 1 persamaan dan perbedaan Singapore dengan Indonesia yang gw simpulkan setelah WWF trip ini (Biar postingannya ga terlalu singkat).

Yak! Menurut gw persamaan antara Singapore dan Indonesia terletak pada sebuah kata "Fine".
Perbedaannya adalah artinya.
Kalo di Singapore artinya "Denda". Merokok sembarangan? It's fined!, Iseng mencet-mencet tombol darurat MRT? It's fined!.
Kalo di Indonesia artinya "Baik-baik saja". Nyebran jalan pas lampu ijo? It's fine. Merokok sembarangan? It's fine. Nga ngepost blog di hari Sabtu? It's fine (Yang terakhir emang ga nyambung).

Demikianlah persamaan dan perbedaan antara Singapore dan Indonesia. Gue bukannya mau SARA tapi ini fakta. Oke, back to topic. Ini kira-kira yang gue lakukan di selama Singapore.

Hari pertama
Hari pertama gw nyampe Singapore. Pada tahap ini gw berpikir Singapore ga gitu beda jauh sama Jakarta, cuma lebih teratur. Di hari inilah untuk pertama kalinya dalam hidup, gw menaeki MRT. (Kalo ga salah ini di hari pertama)

Pertama memasuki MRT, yang menarik perhatian gwe adalah banyak tiang-tiang berjejer seperti tiang jemuran. Pertama gue pikir itu adalah tiang bagi para warga india untuk menari sambil nyanyi seperti di pelem-pelem india. Tapi setelah MRT jalan, gue baru sadar kalo tiang itu fungsinya untuk pegangan supaya kita kagak tergelinding sampe ke ujung MRT ketika MRTnya mulai jalan.

Di dalem MRT setiap orang melakukan kegitannya sendiri-sendiri. Ada yang denger dangdut keong racun pake iphone, ada yang rajin baca buku pelajaran, ada yang maen nds, ada yang ngobrol, ada yang tidur, ada yang berantem sama pacarnya lewat telpon, ada yang maen petak umpet, ada yang ngupil, dan lain-lain.

Kalo mau membedakan antara orang Singapore atau bukan, paling gampang melakukannya di MRT. Perhatiin aja, kalo pas MRTnya jalan tu orang ga pegangan tiang tapi tetep santai artinya orang Singapore. Fenomenal gaib ini memang cuma bisa dilakukan oleh warga Singapore. Gue rasa pas mereka kecil, mereka mendapatkan pelajaran cara menjaga keseimbangan tubuh dengan mengatur "chi" mereka.

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 10 %

Hari kedua
Hari kedua berisi mengenai kebon binatang. Yeah, gue mengunjungi kebon binatang yang jauh itu. Di kebon binatang banyak hewan menarik seperti harimaw, anoa, cicak, semut, nyamuk. Disitu kita juga bisa naek jejadian sejenis kapal, tapi tidak disarankan untuk menaikinya. Yang bisa dilakukan hanya memandang aer, pohon, dan langit. Sungguh pemandangan yang luar biasa dan membuat ngantuk. Selain itu, harganya lumayan mahal. Kalo ga salah $5. Percayalah karena gue sudah membuktikannya sendiri dengan salah satu rumus Einstein.

Pada hari kedua inilah gue mulai menyadari ternyata betis orang-orang singapore berotot gede. Mungkin penyebabnya karena mereka banyak berjalan ke stasiun MRT atau Bus. Kalo ada perlombaan otot betis, pasti singapore juaranya.

Foto Kartu Serba Bisa

Yang perlu diliad disini bukan orang-orang dibelakang gue, bukan tampang gue yang kayak orang lagi kecepirit. Yang perlu diliad disini adalah sebuah kartu biru yang ada dalam genggaman tangan gue.

Betul sekali sodara seimanku. Itu adalah kartu sakti turun temurun dari kerajaan dinasti Ming. Dengan sebuah kartu biru bernama EZ Link itu, kita bisa berkeliling Singapore menggunakan MRT atau Bis. Kartu yang sangat praktis dan wajib punya jika anda tinggal di Singapore!

Peringatan : Kartu ini tidak berlaku untuk maen game timezone, amazone, ataupun untuk menelepon pacar di negeri asal.

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 20%

Hari Ketiga
Ini dia! Hari ketiga! Hari paling menyenangkan diantara hari-hari lainnya. Yeah, gue mengunjungi salah satu tempat terkenal di Singapore bernama Universal Studio. Gila, sumpeh serapah dah. Tu tempat bagus abis. Universal Studio bisa dibilang seperti dufannya Singapore. Tapi kalo dibandingin sama dufan, dufan ga ada apa-apanya dibangin Universal Studio. Bagaikan Daud dengan Goliath.

Permainan yang kudu dimaenin di Universal Studio adalah "Revenge of Mummy". Sejenis Halilintar gitu, tapi dengan kecepatan super tinggi dan melewati lorong-lorong gelap. Naek itu ber 10, pas keluar lorong yang sisa cuman 1 orang. Yang laennya ilang tewas di lorong. Bagi yang pacaran, lorong gelap itu bukan tempat buat peluk-pelukan, romantis-romantisan karena ada kamera disitu. Selain itu, permainannya ga ada yang menarik karena wahananya dibuat untuk usia bocah tengil sampe kakek-kakek. Jadi gak ada wahana yang serem-serem yang bisa bikin seorang kakek-kakek mati jantungan kecuali "Revenge of Mummy" tentunya.

Wahana laen yang terlihat cukup seru adalah sejenis arum jeram. Gue lupa namanya apa. Antriannya kayak dari Surabaya sampe Jakarta. Panjang banget. Padahal pas gue naek, kayaknya ga ada yang seru. Biasa-biasa aja. Sialnya waktu itu dari ber 7 orang, gue salah satu orang yang menjadi korban basahan.

Di Universal Studio ga cuma ada wahana. Disitu juga ada pertunjukkan. Jadi kita kayak nonton pelem gitu. Tapi ini bedanya nontonnya langsung, kaga liwat tipi. Jadi ga ada sound effect kerenceng-kerencengan gitu kayak di sinetron-sinetron TPI atau Indosiar. Pertunjukkan yang paling keren menurut gue adalah pertunjukkan dewasa. Loh? salah-salah. Maksud gue pertunjukkan Waterworld. Keren abis itu, ga nyesel dah dijamin nonton.

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 100%

Hari keempat
Hari keempat kerjaan gue adalah duduk-duduk bersantai. Menemani koko gue yang memeriksakan dirinya ke dokter. Anyway, di Singapore itu enak. Banyak bertebaran vending machine dimana-mana. Bagi yang mao merampok vending machine, gue punya sebuah akal bulus.

Caranya adalah sebagai berikut :
1. Pertama, iket tali atau benang ke koin.
2. Masukkan koin.
3. Pilih minuman yang diinginkan.
4. Tunggu sampai minuman keluar.
5. Tarik kembali koin dengan tali atau benang yang sudah diikatkan tadi.

Terapkan cara ini dan niscaya engkau akan ditangkap oleh polisi setempat.

Gue sedang mengagumi keindahan botol coca-cola Singapore

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 70%

Hari kelima
Pada hari kelima ini gue mulai rindu 1 hal. Gue mulai rindu rasanya boker dengan menggunakan air. Di Singapore, semua tempat pupnya kaga diperlengkapi dengan aer. Gue sempet berpikir untuk cebok di tempat cuci tangan. Tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus. Bisa-bisa semua orang Indonesia yang ada disitu ditendang keluar atau ditembak mati gara-gara gue. Bisa-bisa pulau jawa ditenggelemin pake semburan aer dari patung merlion yang bisa buat mandi itu.

Di hari kelima ini gue juga rindu dengan basket. Pokoknya gue waktu itu pengen pulang ke Indo. Masa liburan gue dihabiskan di Singapore doang. Pulang-pulang besoknya udah masuk kerja lagi. Gue juga pengen menikmati jalanan ibukota yang sepi dong. Ibu... Ayah... tolong... anakmu ini ingin pulang ke tanah air tercinta. Berharap seperti perumpamaan "Anak yang hilang" yang pulang kembali ke rumahnya dan disambut oleh bapaknya, akhirnya gue mengajukan pendapat untuk pulang hari ini. Tapi sayangnya tidak ada yang setuju dengan pendapat gue.

Tapi sebagai lelaki, gue pantang menyerah. Kata orang, sebagai lelaki kita harus punya banyak akal. Betul sekali. Pikir punya pikir, akhirnya gw mendapatkan sebuah ide brilliant. Menurut salah satu artikel yang pernah gue baca, bicara sama perempuan harus menggunakan emosi atau perasaan. Berkat artikel tersebut, gw akhirnya mendapat ide untuk merayu nyokap gue dengan memutarkan lagu "Pulangkan sajaaa aku pada ibumu...". Tapi sayang, gw gak punya tu lagu saat itu.

Anyway, hari kelima adalah hari penderitaan terberat bagi para pria. Di hari ini, semua anggota pria yang ikut harus menemani para wanita berbelanja. Lebih tepatnya di hari kelima ini, gue mengunjungi sebuah tempat seperti mangga dua di Indonesia. Kalo ga salah namanya bugis street or what. Yeah, surga para wanita. Neraka para pria.

Untungnya di hari ini gue berhasil menemukan sebuah barang sakti yang sangat terkenal dari negeri jiran ini.
Ciamik! Dengan $3 gue mendapatkan 6 biji barang di atas. Aje gile, malahan temen gue mendapatkan hanya dengan $2. Gue baru sadar sekarang kenapa tiap kali dulu nyokap pulang dari singapore, oleh-oleh buat gue adalah gantungan ini dan gobloknya gue kesenengan bukan maen sampe guling-guling dan jingkrak-jingkrak kayak monyet dulu pas dapet hadiah ginian. Tapi sekarang semuanya udah berbeda. Mata gue udah terbuka lebar. Saya sudah tidak bisa dibohongi, ma! Pikir gue dalem hati sambil terdengar lirik soundtrack "When i get older i will be stronger" nya K'Naan-Wavin flag. Bravo.

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 40%

Hari Keenam
Hari keenam masih seputar belanja ini itu. Hari keenam adalah hari terakhir gw bermalam di Singapore. Gue masih pengen cepet-cepet pulang. Pasalnya, buat gue hari sabtu sudah dikhususkan buat basket(padahal engga juga sih), hari minggu dikhususkan buat beribadah(sok beriman), dan rencananya hari jumat pengen gw jadiin hari KUDA. Apaan tuh KUDA? KUDA adalah binatang untuk menarik delman. Jadi rencananya gue akan naek kuda ke kantor, pulang kantor, ke mol. Pokoknya kemana-mana naek KUDA. Ya enggak lah. Bisa keburu ketabrak bajaj gw haha.

KUDA yang gue maksud adalah "Kuliner dalam kota". Yah jadi rencananya seputar mengicip-icip makanan recommended di sekitar kota Jakarta ini. Bagi yang mau ikut boleh SMS REG SPASI KUDA kirim ke 9999. Ada hadiah bagi 100 orang yang sms pertama berupa pemotongan pulsa sebesar 1 juta rupiah loh.

Back to hari keenam, di hari ini gue mencoba sebuah makanan sakti di Singapore bernama Fried Lamien atau Lamien tek-tek kalo dalam bahasa Indonya. Berpikir tentang hari terakhir gue di Singapore gue pun menteskan air mata. Lamien yang tadinya tawar perlahan-lahan menjadi asin. Lebay bener kayaknya haha. Yah, pokoknya lamien tek-tek itu sangat enak. Kekenyalan mie nya berasa sekali pemirsa, bumbunya meresap ke semua bagian mie pemirsa, berasa sekali bumbunya pemirsa. Pokoke, muaknyus!

Kekaguman gue terhadap Singapore di hari ini : 40%

Hari Ketujuh
Ga ada yang spesial di hari ketujuh. Gue bangun 1/2 tidur. Mandi. Bersiap untuk pulang. Naek pesawat. Terjun payung. Dan sampailah di Indonesia. 1 Hal yang gue sesali adalah lupa membawa roti tempat penginapan gue untuk oleh-oleh dari Singapore.

NB : Ada roti gratis tiap pagi di tempat penginapan gue.

1 komentar:

Dream Chaser mengatakan...

Hei, hei... keren gan postingannya yg ini...top markotop dah...;) everybody should read this...

btw, bs ajarin kakek sy bikin post spaya ga sedih mlu?

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Free Web Submission

Designed by Hipertextos