Trip to Donald Bebek's Head Island part I

Rabu, 31 Agustus 2011
Donald Bebek's Head Island?? Pasti terdengar aneh di pikiran ribuan para pembaca yang membaca postingan kali ini. Yeah, itu sebutan gw untuk pulau Bali yang baru-baru ini gw kunjungi karena setelah gw liat2 di peta sambil merenung layaknya seorang Socrates atau apalah itu, ternyata bentuk pulau Bali itu mirip bentuk kepala Donald Bebek. Setuju?? Nga?? Ya udah terserah wkwks.

Talk about Bali, pulau dewata, pulau wisata, blah blah dll. Satu kesan pertama gw tentang pulau ini. LUAR BIASA!! Terima kasih kepada pulau Donald Bebek ini yang telah membuka mata saia! Ternyata selama ini gw dibutakan saudara-saudara, ya betul sekali, dibutakan seperti layaknya seekor katak dalam tempurung! Setelah mengunjungi pulau ini gw langsung merasa ternyata gw ditakdirkan untuk berpasangan dengan BULE! Paradigma dan filosofi gw berubah 100%! Semua hal ini terjadi setelah gw memperhatikan postur tubuh bule yang ternyata cocok dengan postur tubuh gw, warna rambut bule yang ternyata cocok dengan warna rambut gw yg di cet seperti bule, warna mata bule yang ternyata cocok dengan warna mata gw setelah pake softlens berwarna (maksa nyama-nyamain).

Bali... Yeah, tempat yang super duper indah menurut gw. Banyak banget pemandangan-pemandangan alam yang bener-bener bisa bikin loe pada merasa terpesona sambil terkapar-kapar dan berguling-guling di lantai sambil mengais-ngais tanah dan berkata "WOW! KEREN BANGET PEMANDANGAN INI! GUE GAK NYESEL DATENG KESINI! GILA PANTAINYA KEREN BANGET, SUNSETNYA, OMBAKNYA MENENANGKAN HATI! GUNUNGNYA OKE BANGET! UDARANYA SEGER! BANYAK POHON DLL! THIS IS LIFE!". Dan ditempat inilah gw melakukan riset antara orang bule dengan asia. Berikut ini adalah hasil riset prof I Made Edwin.
1. Ada dua jenis bule di Bali
a) Jenis pertama adalah bulek : Dari namanya saja sudah ketauan. Bulek singkatan dari bule jelek, bukan bulu ketek loh! Ya, jenis bule ini emang sangat jarang ditemukan dikalangan bule. Inilah salah satu yang membedakan antara bule dengan asia. Memang tampangnya tidak sebagus ras bule lainnya, namun skill dan kepribadiannya belum diketahui. After all, semua bule akan menjadi bulek kalo sudah tua. Betul??
b) Jenis kedua adalah butik : Yak, udah pastilah! Lawan katanya bulek ya ga laen adalah butik. Bule cantik. Parasnya elok, idungnya mancung kayak pinokio, kakinya slim kayak pohon bambu, pokoknya lengkap deh. Sayangnya bule-bule seperti ini biasanya terlibat dalam dugem dan alkohol. Kalo ngak, pasti ciamik!
2. Bule lebih sedikit yang bermake-up daripada asia
Yup ini fenomena yg sangat terasa. Ada sih beberapa bule yang didandan, tapi gw ngeliad mereka malah sepertinya dandannya kurang cocok. Kata orang, make-up itu artinya membuat diri lebih tinggi. "Make" dan "Up". Kalo digabungin artinya membuat jadi lebih tinggi.
 3. Bule dan asia memiliki kelebihannya masing-masing.
Saran saya jika anda seorang bule dan bisa membaca blog berbahasa Indonesia ini. Jangan sekali-kali mengenakan pakaian yang ber style "cute". Dijamin anda akan menyesal. Tidak cocok. Style "cute" hanya cocok untuk orang asia sedangkan style yang cocok dengan orang bule adalah "elegan". Selain itu, kelebihan asia dibanding bule adalah banyak bule-bule yang memiliki semacam bintik-bintik pada kulitnya.

Bicara tentang tur Bali, gue bersyukur bisa dapet seorang supir(sekaligus tur guide) yang sangat kompeten. Dia bercerita banyak mengenai Bali. Sejarah Bali. Seputar agama Hindu. Wow pokoknya wawasannya bener-bener luas. Ditambah lagi orangnya jujur. Udah teruji rintangan dan waktu kejujurannya. Gue pernah ngetest tinggalin tas gw yg berisikan dompet dimobil dan gak kenapa-napa. Namanya pak Ida Bagus. Sayangm gue gak punya fotonya! Bagi yang mau pake jasa ni orang bisa hubungin gw. Tanpa komisi loh! hahaha.

Selama perjalanan, pak Bagus banyak bercerita mengenai Bali dan Hindu. Sayangnya setiap dia bercerita panjang  lebar, gue mengantuk, gue menguap, dan gue terlelap. Tapi tentunya tidak di semua sesi gw tertidur donk(membela diri). Salah satu yang gue tangkep adalah soal kasta. Pak Bagus sendiri berasal dari kasta Brahmana yang berarti golongan seperti pendeta kalo di Hindu. Menurut pak Bagus, kasta ini adalah kasta termiskin di bali. Bahkan setelah usia 60 tahun, salah seorang dari keluarga kasta ini harus menjadi pendeta yang harus menjalankan banyak pantangan. Denger pantangannya aja gue kagak sanggup melakukannya. Salah satunya adalah pantangan ke mol. Yak betul sekali kawan-kawanku, seorang pendeta tidak boleh jalan ke mol! Untungnya pendeta harus berumur 60 tahun ++. Coba bayangkan, sangat jarang kan kita menemukan seorang kakek umur 60 tahun++ berjalan di mol bersenang-senang, melompat-lompat dan kemudian bermain timezone dengan lincahnya.

Menurut pak Bagus, pantai-pantai di Bali juga ditemukan dan dimiliki oleh para turis asing. Hal ini terjadi karena orang Bali, tidak sempat bertualang yang dikarenakan banyaknya upacara-upacara yang mereka lakukan sehingga mereka tidak bisa meninggalkan rumah. Pada saat itu, langsung terpikir angan-angan aneh di otak gue. Gimana yah seandainya kalo gue berkendara Land Rover dan tiba-tiba secara mistis menemukan sebuah pantai? Wuihh keren banget tu pantai pasti gw namain pantai Edwin secara gue narsis! hahaha.

Pada suatu malam yang cerah (malam kog cerah?). Si Pak Ida Bagus bercerita sedikit mengenai riwayat hidupnya, mengenai keluarganya, dan sejarah seorang Ida Bagus. Gue langsung nyari catetan buat nyatet. "Siapa tau bisa dijadiin buku dan laku dijual di gramedia", pikir gue dalam hati. Sayangnya, saat itu gue gak bawa apapun yang bisa dicatet, jadi dengan terpaksa gw berdiam diri sambil mendengarkan kisah sedih di hari Minggu..Oops, maksudnya kisah pak Ida Bagus. Sekedar catatan, "Ida" menandakan kaum brahmana. Jadi, jangan terbengong-bengong sampe gak bisa tidur karena mikirin nama pak Ida Bagus yang agak aneh namun sebenarnya tidak aneh itu dan tidak perlu malu untuk mengakui tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut, karena gue juga begitu.

Setelah pak Ida Bagus bercerita mengenai riwayatnya dari seorang sales sampai menjadi supir taksi dan akhirnya menjadi seorang tur dan freelance. Ada satu bagian yang menarik perhatian gw. Dia bercerita tentang bagaimana dia membela mati-matian untuk menyekolahkan anaknya. Dia berharap anaknya bisa sekolah lebih tinggi daripada dia dan lebih hebatnya lagi dia berharap jika suatu saat dia mendapatkan CUCU, dia berharap CUCUnya dapat bersekolah diluar negeri seperti yang dilakukan oleh raja Bali. Disini gue menangkap, pak Ida Bagus ini orangnya punya sesuatu yang disebut "VISI". Pikirannya jauh ke depan. Semua orang tua yang gue temui, pada umumnya pengen anaknya punya pendidikan yang lebih baik daripada mereka. Tapi jarang yang bisa mikir sampe ke "CUCU" nya. Hebat sekali pak Ida Bagus ini, dalem hati gw berpikir. Dia bukan orang berada, dia juga gak punya banyak skill, dia kerja seadanya. Tapi dia punya VISI.

Oke, cukup bercerita tentang si pak Ida Bagus dan cerita berat pada postingan kali ini. Sebenernya ada banyak cerita mengenai sejarah Bali yang dia ceritakan, seperti asal usul pulau Bali. Tapi gue yakin lu semua pada ngantuk bacanya. Ini aja uda bikin ngantuk apalagi lebih panjang lagi. So, nantikan postingan gue yang kedua yang lebih asik dan isinya seputar mengenai pasar-pasar Bali, tempat makan dan teman-temannya.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Wedew, keren bo tripnya. Jd pengen ke bali ktmu sm kembaran bule gw.

Kpan ni terbitin yg perjalanan ke madagaskar atau kutub utara? psti lebih menegangkan dah hahahah...

Anonim mengatakan...

Weiss harus pergi ke bali mahh... Banyak pengalaman yang gak isa didapetin di jakarta, sobat kawla mudaku kwkwk

Mauny ke sgitiga bermuda neh.. Pnasaran wkwk.. Pasti seru

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Free Web Submission

Designed by Hipertextos