Iseng adalah suatu hal yang cukup berbahaya. Iseng dapat membawa kita ke dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Hal itu sudah gwe buktikan, kemarin...
Cerita ini berawal dari hari Rabu kemarin. Konon ceritanya kemarin adalah hari kemerdekaan sekaligus hari penderitaan terberat bagi pejuang-pejuang di daerah Pluit Village, termasuk gue. Yeah, benar sekali. Kemarin gue dan kawan-kawan gue bersatu padu melawan sekelompok goresan-goresan cing cong fan huruf mandarin yang tertera pada beberapa lembar kertas. Selama melawan soal-soal ujian cing cong fan yang diberikan oleh lao shi, gue dan kawan-kawan pun meneteskan keringat seperti seorang atlit yang habis bertanding. Kertas ujian basah, lantai basah, baju kita basah, pluit banjir, ujian batal. Yeah!! Namun tentu saja kenyataannya tidak seperti itu.
Penyebab gue (khususnya yang paling banyak keringetnya) dan teman-teman gue bersimbah/banjir keringet adalah karena banyaknya bahan yang harus dipelajari untuk ujian, sementara gue tidak sempat mempelajari semuanya. Jadi, selama perjalanan menuju ke medan perang pun gue tetap mencoba menghapal kalimat-kalimat cinong sambil berkomat kamit dalam bahasa kung fu tersebut sambil berharap datangnya mukjizat dan secara tiba-tiba gue bisa berbicara dalam berbagai bahasa khususnya bahasa cinong. Bahkan ketika ditilang polisi pun gw berbicara dengan polisinya dalam bahasa mandarin. Tentu saja sang pak polisi tidak mengerti, dan akhirnya gue pun dilepaskan dari sengat maut sang polisi. Hmmm trik yang sangat bagus sekali bagi anda yang sedang ditilang polisi. Mudah dan simpel. Cukup menghapal sebuah kalimat dari sebuah film silat kesayangan anda dan gabungkan dengan beberapa kalimat mandarin asal-asalan. Contohnya kalimat "Wu ji bi fan" dari film berjudul "Kungfu kid". Ketika anda ditilang polisi, cukup ucapkan seperti ini.
Polisi : Permisi pak, bapak tau salah bapak apa?
Gue : Wu ji bi fan
Polisi : Hah?
Gue : Fan bi ji wu
Polisi : Permisi pak, bisa lihat SIM dan KTP bapak? (sambil berpikir apakah gue waras atau tidak)
Gue : Wo shi zhong guo ren (tanpa memberi SIM dan KTP pada sang pak polisi)
Polisi : Pak? (sambil sedikit ketakutan karena mulai menyangka gue orang gila beneran)
Gue : Can chi you wo jiu zai mong song tan pai cap go me swi kiaw po cai pa ma li
Polisi : Ohhhh (pura-pura mengerti). Ok, kalau begitu silahkan lewat pak
Gue : Yes, terimakasih bapak sangat baik sekali
Polisi : Loh? Bapak tidak gila rupanya?
Gue : Bye bye pak (sambil tancap gas)
Hmmm sungguh sebuah rencana ideal yang bisa disebut grand masterpiece buatan seniman abad 21. Luar biasa.
Oke, Skip ke bagian dimana gue sampai di medan perang dengan sehat walafiat. Gue sampai agak telat. Waktu itu jam menunjukkan pukul 18.37 yang menandakan bahwa gue telat 7 menit. Tenang dwin, pikir gue dalam hati sambil bersikap cool seperti biasanya. Jagoan biasa dateng terlambat! Akhirnya gue berjalan dengan santai sambil menikmati udara malam yang tenang sebelum berperang. Di tengah jalan pun gue teringat anggota keluarga gue. Gue juga teringat surat wasiat yang sudah gw buat sebelum berangkat ke medan perang untuk berjaga-jaga jika gue tidak kembali dari medan perang. Dan seketika itu pula gw meneteskan air mata. Ok, tidak selebay itu tentunya.
Akhirnya gue pun sampai di medan perang pukul 18.40. Sempurna! Seperti yang sudah gw rencanakan. Gue telat 10 menit! Yeah. Ketika memasuki medan perang, suasana sangat hening dan dingin. Bahkan ketika gue si pembawa kehangatan masuk ke ruangan tersebut pun, suasana tidak kunjung hangat. Tik tik tik suara jam pun berdetik dan tak lama kemudian, lao shi a.k.a shi fu kamipun membagikan selembar kertas cinong. Ketika mulai mengerjakan ujian tersebut, gue langsung berkata "WHATT??" dalam hati. Sungguh luar biasa sulit sekali!! Hmmm, pasti temen-temen gue juga pada kebingungan kerjainnya. Gue lirik temen samping gue untuk mengecek apakah dia bisa mengerjakan atau tidak dan... WAKS! Dia bisa sobat! Gue tak putus asa, gue mengecek semua temen-temen gue yang lainnya dan... WAKS! Ternyata mereka BISA! Gue merasa menjadi sebuah korban dalam medan peperangan ini namun gw tetep cool.
Waktupun mulai berlalu, gue mengerjakan soal sebisanya gue. Dan tiba-tiba ada seorang teman yang mulai berteriak mengeluh kalau dia tidak bisa. Wuih! Tentu saja teriakan itu sangat memberi dukungan moral bagi orang-orang yang tidak bisa juga seperti gue. Dan tiba-tiba seiisi kelas pun mulai berteriak tidak bisa. YES! Moral gue semakin meningkat meskipun gue gak tau sebenernya mereka bisa apa tidak. Singkat cerita, dengan menyatukan kekuatan kami ibarat power ranger yang sedang melawan godzilla, kamipun berhasil menuntaskan ujian cinong tersebut.
Setelah menuaikan kewajiban sebagai prajurit, salah seorang temen gue mengajak seiisi kelas untuk karokean merayakan hari kemerdekaan kami. Gue tidak tahu kenapa namun sepertinya menurut analisis gue yang brilliant, dia sangat ingin menyanyikan lagu Indonesia raya untuk merayakan kemenangan kami melawan huruf-huruf cing cong fan tersebut.
Hmm pada saat ini sebenarnya gue agak dilema dan galau. Karena pada saat yang bersamaan gue diajak keluar oleh temen gue yang lain. Tapi gue berpikir satu hal dan ini merupakan prinsip yang cukup gue pegang teguh. Man must have a principle, begitu menurut sebuah website yang beralamat di www.cumiasia.blogspot.com. Dan prinsip gue adalah untuk sebisa mungkin ikut ke sebuah acara jika diundang. Why? Kenapa? Kok prinsipnya aneh dwin? Oke, gw yakin kalian akan menanyakan pertanyaan seperti ini (sotoy). Oleh karena itu gue akan tuliskan disini demi lu orang :
1. Coba elo pikir, kalo elo melewatkan sebuah tawaran. Belom tentu tawaran tersebut akan DATANG untuk KEDUA KALINYA.
2. Simple yet deadly. Alasan kedua adalah MENAMBAH wawasan. Denger cerita orang, denger cerita temen, denger cerita siapa aja, lihat keadaan sekitar, lihat tempat bar, bla bla bla.
3. Ini yang paling penting nih. Alasan nomer 3 kenapa elo mesti sebisa mungkin ikut, yaitu BIKIN HIDUP LO BERWARNA! Menurut gue, hidup itu seperti buku. Ketika orang laen baca "buku" elo, lo mau orang tersebut bosen terus buang "buku" elo atau orang tersebut merasa tertarik dan terus baca "buku" elo sampe abis? Apa yang terjadi ketika orang laen baca "buku" elo dan ternyata isinya cuma lo bangun pagi, mandi, pergi kerja, kerja sampe sore, pulang kerja, tidur. Dan parahnya lagi, tulisan membosankan itu ada di hampir seluruh bagian buku elo?
So, back to the story. Akhirnya gue pun mengiyakan ikut karoke karena gw berpikir "kejadian seperti ini mungkin tidak akan terjadi lagi". So, gue harus ikut meskipun gue gak bisa nyanyi. Kamipun akhirnya masuk ke tempat karoke, pesen tempat, dan yeah well kita karokean. Tiba akhirnya giliran gue untuk nyanyi. Waks, gue cuma bisa berharap temen-temen gue gak pingsan mendengar suara falls gue atau kemungkinan lainnya yang lebih mendingan adalah pestanya menjadi hening ketika gue mulai bernyanyi karena semua terkesima dengan suara falls gue yang tak lazim. Singkat cerita akhirnya gue pun bernyanyi dan "BLEDUG" terdengar bunyi keras di dalam ruangan kita. Ternyata benar saja, temen gue pingsan. "BLEDUG", temen gue yang lain mulai pingsan. "DAG" "DUG" "DAG" "DUG", semua temen gue pingsan. Gue bengong dengan tatapan kosong sambil mencoba merasionalkan kejadian ini. Akhirnya gue memutuskan untuk cabut dari tempat itu dan berharap mereka akan lupa ingatan dan mengira mereka bermimpi ketika dibangunkan oleh mas-mas penjaga tempat karoke tersebut.
Malampun tiba, dan gue melihat ke arah jem gue dan jam menunjukkan pukul setengah 11. Gawat, pikir gue dalam hati. Seperti yang kita tahu pintu menuju parkiran di Pluit Village ditutup ketika pukul 10++. Yang dibuka hanyalah yang terdapat di lantai paling atas yaitu di parkiran 6A, sedangkan gue. Gue memarkir mobil gue di LANTAI 2A sodara-sodara! Yak betul, 2A! Terpaksa gue berjalan dari lantai dasar mall, mendaki eskalator yang sudah mati untuk menuju ke parkiran 6A dan turun melalui tangga parkiran sampai ke 2A. Sungguh perjalanan yang sangat berat dan berkeringat. Sepertinya hari ini gue sudah berkeringat banyak, mungkin ketika pulang dan menimbang badan. Berat badan gue akan turun sebanyak 50 kg.
Singkat cerita sampailah gue di parkiran mobil gue dan gue menyalakan mesin dan bersiap untuk jalan. Namun tiba-tiba muncullah ide aneh iseng tak jelas entah darimana. Karena parkiran sepi, gue ingin mencoba turun dari jalur naik meskipun hal ini tidak ada gunanya dan saya tidak merekomendasikan anda untuk mencoba hal ini. Gue dilema antara coba atau tidak. Mungkin saat itu, di sebelah kanan kepala gue sedang ada iblis yang membisikkan untuk mencoba dan di sebelah kiri gue ada malaikat yang membisikkan untuk tidak mencoba. Karena gw pengen iseng, akhirnya gue pun memutuskan untuk mencoba hal tersebut sambil meyakinkan diri bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Gue pun melakukannya dan tiba-tiba oh tiba-tiba. ADA sebuah mobil yang ingin NAIK dari jalur tersebut!! Tidakkkk. Terpaksa gue memundurkan mobil gue dan yeah gue berakhir turun menggunakan jalur turun sambil menahan sedikit malu haha. Untung gue gak tau malu. Namun sampai sekarang gue masih belum mengerti kenapa tu mobil mau naik padahal hari sudah sangat malam. So, karena inilah gue tidak menyarankan kalian untuk mencoba keisengan jenis ini.
1 komentar:
Great post win, with some of ur flavor, it's so you lol...
gw ada sedikit komen aja sm pendapat u....
Kadang kita mesti memilah2 acara mana yg cocok untuk kita. Hang out brg temen oke, tapi kalo keseringan n ga produktif, ada baiknya ditimbang2.
Seperti pepatah orang Jepang, kalo mau liat orang itu seperti apa, lihatlah teman2nya.
Just my 2 cents;)
Posting Komentar