Food Ingridients Expo Accident

Kamis, 04 Oktober 2012
4 Oktober 2012, yeah itulah tanggal persis dimana kejadian culun ini terjadi. Cerita ini berawal dari dimana gue mengantar ade gue ke sebuah daerah terkenal nan indah bernama Sunter.

Sebenernya gue sendiri malas yang namanya ke daerah Sunter ini. Selain terkenal indah, tempat kuliner, dan cukup elite, Sunter juga terkenal sebagai daerah yang macet dan yang paling parah adalah gue asing dengan jalanan Sunter! Karena itulah gue males ke daerah Sunter. Namun atas nama kekeluargaan yang diajarin waktu pelajaran PPKN dulu, akhirnya gue mengantar juga. Hmm kalo guru PPKN gw baca blog ini, pasti nilai PPKN gue uda 100++. Banggalah dengan anak muridmu ini, Pak!

Singkat cerita akhirnya berangkatlah gue dan ade gue. Kita berangkat lewat tol ancol. Selama perjalanan yang cukup macet, gue ngeliat arus balik ke arah jalan pulangpun cukup macet. Great! Seperti yang sudah diramalkan oleh mama lauren, setiap hari jalanan ini macet. Entah mengapa jalanan ini super duper macet kesetiap hariannya, padahal jalan tol seharusnya hanya lurus saja. Namun entah kenapa jalan tol di Jakarta sering sekali macet. Kecurigaan terbesar gue adalah adanya rumah si Komo yang sedang tertidur di ujung pinggiran jalan tol. Kasihan memang si Komo. Sejak tawaran syuting di TV berkurang jauh dari jaman keemasannya dulu, pendapatannya menurun drastis dan sekarang menjadi gelandangan sehingga harus membangun rumah dipinggiran jalan tol. Yah, sebagai warga jakarta memang kita harus memaklumi hal ini. Semoga dengan naiknya rezim Jokowi-Basuki, si Komo dapat kembali mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapatkan tempat tinggal yang layak sehingga tidak menyebabkan kemacetan di Jakarta.

Oke, kembali ke cerita. Setelah berkutat dengan macet di tol dan Sunter selama beratus ratus tahun lamanya, akhirnya sampailah gue ke daerah yang dituju. Setelah mengantar, gue pun segera pulang tanpa lama. Rute yang gue ambil melewati jalan PRJ. Bagi yang belom tau PRJ itu apa, biar gue jelaskan sebentar. PRJ adalah singkatan dari Pekan Raya Jomblo. Disini tempat berkumpulnya para jomblo dan jomblowati. Di tempat ini pula jika beruntung, para jomblo dan jomblowati dapat menemukan soulmate mereka. Khususnya pengunjung jomblo dan spg PRJ yang jomblowati. Menurut beberapa temen gue, jika ingin mendapatkan spg jomblowati yang anda perlukan hanyalah membawa sebuah kamera SLR saat pameran diadakan. Konon katanya semakin panjang dan besar SLR anda, niscaya keberuntungan anda mendapatkan spg jomblowati makin besar pula. Gue kurang percaya akan mitos ini, tapi kata salah satu temen gue "It works" sambil meniru gaya iklan L-men. Setelah gue pikir-pikir mungkin ada benernya. Gue ga pernah ketemu spg jomblowati mungkin karena gue cuma membawa 1 kamera, yaitu kamera handphone.

Kembali ke cerita. Singkat cerita gue melewati daerah PRJ dan tiba-tiba dipojokan PRJ ada sebuah spanduk iklan yang bertuliskan "Asia Food Ingridients Exhibiton... bla bla bla...". Hmmm, rasa penasaran gue mulai muncul. Siapa tau disini gue bisa mencicipi berbagai makanan dari mancanegara dengan gratis, pikir gue dalam hati. Siapa tau disini gue bisa mencicipi makanan hasil olahan bahan makanan yang di pamerkan. Gue pun mulai menyusun rencana. Rencana gue sangat simpel, pertama gue akan mencicipi berbagai makanan. Setelah mencicipi makanan tersebut, gue bakal berkomentar sedikit (yang positif tentunya) seperti pak Bondan. Lalu gue bakal minta kartu nama perusahaan bahan makanan tersebut. Setelah gw mencicipi beberapa makanan, gue akan pulang, macetpun sudah hilang. Taraaaa! Rencana yang sungguh brilliant dan mantap!

Gue pun segera berjalan menuju PRJ. Gue ambil tiket dan mencari tempat parkir. Sudah terbayang di benak gue beberapa makanan lezato yang bisa gue cicip disana. Yummy! Perlahan-lahan gue pun mulai mencari pintu masuk. Gue melayangkan pandangan ke sudut kanan dan gue menemukan ada spanduk lagi yang bertuliskan "Food Ingridients bla.. bla..". Aha! Ini dia jalan menuju surga makanan! Gue mempercepat langkah gue. Selama perjalanan gue melihat beberapa orang yang lalu lalang memakai celana bahan dan kemeja yang rapih, sedangkan gue cuma pake celana pendek dan kaos bulukan. Sangat kontras sekali dengan gue, namun karena sudah terlanjur masuk, gue tidak menghiraukan. Gue berpikir kalo di dalem bakal ada manusia yang tidak berpakaian rapih seperti gue saat itu.

Setelah jalan beberapa langkah, tiba-tiba gue sampai kepada sebuah gedung yang megah. Gedung tersebut sangat megah dan kinclong. Gue mulai meragu apakah gue berjalan ke arah yang bener. Gue berjalan balik melihat spanduk tadi dan spanduk tersebut berkata bahwa pamerannya diadakan di gedung tersebut. Dengan modal nekat dan semangat (halah), gue pun memberanikan diri masuk ke gedung kinclong tersebut.

Perlahan gue berjalan memasuki pintu gedung dan tiba-tiba muncullah sesosok bapak-bapak mengenakan seragam satpam. Parasnya kumisan, rambut setengah botak pitak, namun wibawanya sangat terasa. Si bapak satpam tersebut memperhatikan gue dari kejauhan. Gue rasa dia berpikir : "Ini OB atau pengunjung nyasar nih, cuma pake celana pendek dengan kaos bulukan. Jangan-jangan dia mau ngelamar kerja jadi OB". Tanpa lamapun sang satpam menghampiri gue dengan mimik wajah keheranan dan berkata "Bapak mau kemana ya?". "Saya mau mencicipi... eh... mau ke pameran makanan itu pak", jawab gue. Wajah pak satpam yang berkumis menyerupai foke itupun semakin kebingungan. Namun bapak tersebut berhati malaikat, dia tidak menilai orang dari penampilannya. Mungkin moto hidupnya adalah Don't judge the book by it's cover. Keren sekali beliau. Dengan baik hatipun dia memberi petunjuk jalan ke arah pameran bahan makanan tersebut.

Tanpa lama, gue berjalan mengikuti nasihat beliau. Semakin gue berjalan, semakin banyak orang berpakaian keren di dalem. Bahkan ada yang pake jas. Gue mulai merasa menjadi alien yang sedang datang ke bumi. "Tenang, di dalem bakal ada orang yang kayak gue", kata gue dalem hati mencoba berpikir positif. Gue pun melanjutkan perjalanan gue namun bukannya bertemu orang yang berpakaian seperti gue, gue malah menemukan beberapa orang berbicara dalam bahasa inggris sambil memakai jas. Selain itu ada pula cowok berambut panjang seperti jaman F4 dulu yang rambutnya berterbangan seiring dia berjalan. Mungkin mereka berpikir kalo gue orang yang out of the box jadi pakaiannya pun out of box. Tanpa terlalu menghiraukan orang-orang keren tadi, gue tetep berjalan dan akhirnya gue sampai kepada sebuah pintu.

Di pintu tersebut terdapat meja. Gue melayangkan pandangan ke atas meja tersebut dan tiba-tiba ada sebuah kertas yang bertuliskan "Registrasi ulang". "Tidakkk", pikir gue dalem hati. Ini berarti gue harus registrasi dulu sebelum masuk. Ini berarti perjalanan gue sia-sia. Ini berarti dunia kiamat! Tapi sisi positifnya ini berarti gue ga perlu merasa asing lagi ditengah orang-orang berpakaian keren. Akhirnya gue pun segera berjalan menuju pintu keluar.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Free Web Submission

Designed by Hipertextos